Posts filed under 'Uncategorized'

Bulu- Bulu Angsa

Pada abad ke sebelas ketika itu Bao Zheng seorang hakim yang dikenal adil dan bijaksana pada jaman Dinasti Song Utara sedang menangani sebuah kasus fitnah yang dilakukan oleh seorang warga kota Kaifeng di Provinsi Henan karena persaingan usaha.  Pria separuh baya itu telah terbukti menyebarkan kata-kata fitnah yang sangat merugikan pengusaha lainnya.

Didalam persidangan Hakim Bao menjatuhkan hukuman denda sebesar seratus tael perak dan jika tak sanggup membayar maka sebagai gantinya harus mendekam di penjara selama satu tahun.

Pria terdakwa itu menangis tersedu-sedu mohon ampun seraya meminta keringanan hukuman.
“Baiklah” kata Hakim Bao “Kamu akan mendapatkan keringanan hukuman namun ada syarat yang harus kamu lakukan.”
Apa itu yang mulia?” Tanya pria itu penuh harap.
Hakim Bao meminta para pengawal untuk membawa pria itu ke sebuah dataran diatas sebuah bukit dimana angin berhembus dingin dan kencang.Kemudian salah satu pengawal mengeluarkan sebuah kantung kecil berisi segenggam bulu angsa.
“Bulu-bulu angsa ini akan disebarkan dan tugas kamu adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya bulu-bulu angsa itu, setiap helai bulu angsa bernilai satu tael perak.

Saat kantung dibuka, maka bulu-bulu angsa itu langsung beterbangan tinggi disapu angin yang bertiup sangat kencang.  Pria itu bergegas berlari kesana kemari berusaha menangkap bulu-bulu angsa itu.

Alhasil setelah beberapa jam, pria itu hanya memegang dua helai bulu angsa ditangannya.  Dengan lunglai pria itu pun menerima keputusan hukuman yang telah dijatuhkan oleh Hakim Bao.

“Bulu-bulu angsa itu ibarat kata-kata yang telah kau ucapkan, seperti halnya bulu-bulu angsa yang beterbangan dan sungguh tidak mudah untuk ditangkap kembali, sama dengan kata-kata yang terlanjur
kau keluarkan dari mulutmu, sungguh sulit untuk menariknya kembali”  kata Hakim Bao
“Lain kali berhati-hatilah dalam berucap” kata  Hakim Bao menutup persidangan.

http://www.andriewongso.com/awartikel-1843-Artikel_Tetap-Bulu_Angsa

Add comment Agustus 25, 2008

Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Untuk menjadi kaya, kita harus selalu ingat prinsip dasar “Menghabiskan lebih sedikit dari yang kita dapatkan” atau “Hidup dibawah kemampuan”. Dengan melaksanakan prinsip ini, maka setiap bulannya kita mengakumulasikan harta, yang dalam jangka panjangnya akan membawa kita menuju kaya.

Agar dapat melaksanakan dengan benar “Hidup dibawah kemampuan”, kita perlu menyadari beberapa hal. Salah satunya, yang akan saya bahas dalam kesempatan ini, adalah bisa membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”.
“Kebutuhan” adalah barang atau jasa yang benar-benar Anda perlukan. Jika Anda tidak bisa mendapatkan barang tersebut, maka kehidupan Anda menjadi terancam atau menjadi susah. Contoh paling nyata adalah makanan. Manusia membutuhkan makanan untuk tetap bertahan hidup. Apabila manusia tidak makan sama sekali, maka dalam waktu 3 hari dia akan mati.

Sementara “keinginan” adalah barang atau jasa yang dibeli hanya semata untuk kesenangan. Biasanya keinginan ini lebih didorong oleh rasa tamak manusia sehingga rela mengeluarkan uang lebih
banyak untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Setiap kali Anda hendak membeli barang, pernahkah Anda memikirkan apakah barang tersebut merupakan
“kebutuhan” atau “keinginan” bagi Anda? Coba lihat daftar dibawah ini dan tentukan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan:
sepatu
baju buatan designer
air
apartemen mewah
ranjang
es krim
undian
mobil
keanggotaan klub
makan siang
tiket konser
perjalanan ke luar negeri
obat-obatan
kalung
komputer
kopi
handphone
tongkat golf
mebel

Sayangnya, jawaban dari daftar diatas tidak benar-benar hitam putih. Sesuatu yang menjadi keinginan seseorang mungkin saja suatu kebutuhan untuk yang lain. Misalnya komputer. Bila Anda berpenghasilan terutama dalam bidang komputer, maka komputer adalah suatu kebutuhan. Tapi bila Anda hanya menggunakannya untuk bermain game, maka sebetulnya Anda tidak membutuhkannya.

Dari daftar diatas, kita masih bisa menentukan apa yang menjadi kebutuhan mayoritas orang. Sepatu (dan pakaian), air, ranjang, makanan, obat lebih merupakan kebutuhan daripada keinginan. Walaupun
demikian, berhati-hatilah dalam memilih barang pemuas kebutuhan Anda. Barang yang merupakan kebutuhan, bisa berubah menjadi keinginan jika dipenuhi secara berlebihan. Misalnya saja makanan. Kebutuhan kita sebenarnya dapat terpenuhi jika kita makan secukupnya, misalnya saja dengan memesan nasi rames yang harganya berkisar Rp. 10.000,-. Namun, sebagian orang lebih suka makan di kafe-kafe dengan biaya yang lebih mahal, anggap saja Rp. 50.000,-. Selisih Rp. 40.000,- ini merupakan harga yang harus dibayar untuk memuaskan keinginan, antara lain keinginan akan kemewahan, suasana yang menyenangkan, service, dan lain-lain.

Mulailah menyisihkan sedikit waktu Anda untuk bertanya pada diri sendiri. Anda mungkin akan menemukan bahwa ada cukup banyak barang yang Anda anggap perlu tidak lain hanya keinginan. Sekali Anda dapat membedakan keduanya dengan obyektif dan dapat membatasi diri agar tidak membeli barang-barang yang hanya sekedar keinginan, maka Anda sudah dalam jalan sukses mempraktekan ‘hidup sesuai kemampuan’.

=================
Tips
=================

Pada saat anda jalan di pusat perbelanjaan, barangkali Anda melihat suatu barang yang sangat menarik dan
ingin sekali membelinya. Pada saat itu, biasanya emosi memenuhi pikiran anda sehingga anda menjadi
sulit sekali untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Saran saya, jangan langsung membeli. Tinggalkan terlebih dahulu barang tersebut selama 3 hari. Emosi anda akan menurun, sehingga dapat berpikir dengan lebih jernih apakah barang tersebut adalah benar-benar merupakan kebutuhan atau hanya sekedar keinginan anda.

disarikan dari artikel karya David Ciang
http://www.keuanganpribadi.com

Add comment Agustus 22, 2008

Kekayaan Bersih

Bila Anda ingin mengontrol uang anda dan merencanakan masa depan finansial Anda dengan efektif, pertama-tama Anda perlu mengetahui dengan pasti posisi keuangan Anda saat ini. Bagaimana cara mengetahuinya? Mudah, buatlah Laporan Kekayaan Bersih.

Laporan Kekayaan Bersih merupakan ringkasan dari keadaan finansial Anda saat ini. Laporan ini akan memberikan informasi tentang dimana seharusnya Anda memfokuskan perencanaan finansial Anda. Laporan ini juga akan sangat berguna dalam mengajukan permohonan pinjaman, dari kartu kredit, cicilan mobil, sampai dengan cicilan rumah Anda.

Kekayaan bersih anda adalah selisih antara harta (segala hal yang Anda miliki), dengan semua utang Anda. Bila diterjemahkan dalam bahasa finansial, kekayaan bersih Bapak MARTIN adalah total aset dikurangi dengan total liabilitas.

Bila Anda memiliki aset lebih besar dari liabilitas, kekayaan bersih Anda positif. Sebaliknya, bila liabilitas lebih besar, kekayaan bersih Anda bernilai negatif. Konsep menghitung kekayaan bersih sangatlah sederhana.

Pertama-tama,
buatlah daftar kekayaan yang Anda miliki, mulai dari :
-  Uang tunai dan Simpanan – misalnya deposito,  tabungan, dst. Yang sifatnya hampir sama dengan uang tunai.
-  Investasi – seperti saham, obligasi, reksa dana
-  Dana Pensiun – mulai dari dana yang Anda siapkan sendiri sampai
dana pensiun dari perusahaan Anda
-  Properti – rumah, tanah, bangunan, mobil, dst
-  Benda-benda rumah tangga – mebel, perhiasan, barang-barang antik,
koleksi, dll

Untuk benda-benda rumah tangga dan barang-barang seperti mobil, motor, kapal, dan seterusnya, perkirakan harganya menurut harga pasar – harga yang bersedia dibayarkan oleh pembeli yang memiliki motivasi membeli serta berpengetahuan dan rasional.

Setelah Anda mencatat semua harta yang Anda miliki, jumlahkan. Kemudian mulailah mencatat segala liabilitas Anda:
-  Pinjaman, mulai dari cicilan rumah, cicilan kendaraan, sampai
pinjaman bank.
-  Utang kartu kredit
-  Serta semua kewajiban finansial lain yang Anda miliki

Setelah semuanya Anda jumlahkan, kurangi nilai total aset Anda dengan total liabilitas. Hasilnya itu adalah Kekayaan bersih anda.  Apakah jumlahnya positif? Kalau ya, selamat untuk Anda! Sekarang Anda bisa duduk tenang dan membuat rencana  untuk mengembangkan kekayaan Anda. Bagaimana bila jumlahnya negatif? Wah, Anda perlu melakukan perubahan dengan segera.

Simpanlah laporan kekayaan bersih Anda sekarang, dan lakukan perhitungan ulang setiap 3 bulan. Jumlah kekayaan bersih Anda di 3 bulan mendatang, harus mengalami peningkatan sebesar 10% dari seluruh pendapatan yang Anda terima. Misalkan Anda bekerja dengan gaji 3 juta rupiah per bulannya, berarti Anda menerima dalam 3 bulan Anda akan menerima uang sebesar 9 juta rupiah. Nah, dalam contoh ini, untuk menjadi kaya jumlah kekayaan bersih Anda harus mengalami peningkatan minimal sebesar 900 ribu rupiah.

Agar dapat mengalami peningkatan kekayaan bersih secara terus-menerus, Anda perlu membuat anggaran pendapatan dan belanja dan secara disiplin menjalankan anggaran tersebut.

disarikan dari artikel karya David Ciang
http://www.keuanganpribadi.com

Add comment Agustus 22, 2008

Kesalahan-Kesalahan Finansial

kesalahan-kesalahan finansial

kesalahan-kesalahan finansial yang sering dilakukan sehingga menghalangi jalan menuju kaya.

Pensiun sejahtera tentunya menjadi keinginan setiap orang. Sayangnya, dalam kenyataannya hanya sebagian kecil orang yang berhasil mencapai kondisi ini. Sisanya? Kebanyakan orang terpaksa terus bekerja hingga tua, atau hidup bergantung pada keluarga.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena sepanjang hidupnya, kebanyakan orang cenderung melakukan kesalahan-kesalahan finansial. Banyak yang menganggap kesalahan ini tidak penting, sehingga menutup matanya dan membiarkan dirinya tetap salah secara terus-menerus. Akibatnya akan fatal bagi keuangan di masa tuanya.

Apa saja kesalahan finansial yang sering dilakukan orang?

1. Tidak menentukan tujuan
Bila Anda tidak tahu mau kemana, bagaimana Anda bisa sampai? Untuk membangun kekayaan, pertama Anda harus memiliki tujuan. Terlebih dahulu Anda harus menetapkan jumlah uang yang Anda inginkan, setelah itu baru Anda bisa membuat rencana keuangan.

2. Tidak mengatur pengeluaran kecil
Anda mungkin tahu berapa pengeluaran umum Anda, tetapi apakah Anda menyadari berapa total uang yang Anda keluarkan untuk hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil, terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan bernilai besar.

3. Menyerahkan seluruh pengaturan keuangan pada orang lain Anda perlu ikut serta dalam membuat rencana keuangan. Dengan adanya partisipasi ini, maka Anda akan lebih memahami kondisi
finansial Anda sekarang. Dan Anda mengurangi ketergantungan terhadap orang yang mengatur keuangan Anda.

4. Mengambil cicilan rumah 30 tahun
Tiga puluh tahun adalah jangka waktu yang terlalu panjang untuk sebuah kredit. Anda akan berakhir dengan membayar harga 2 hingga 3 kali harga yang seharusnya bila Anda bersikeras mencicil tagihan hingga 30 tahun. Ambillah jangka waktu yang lebih pendek, misalnya 15 tahun. Hal ini akan menghemat banyak uang Anda.

5. Terlalu banyak hutang
Ingatlah bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus Anda bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan secara terus-menerus akan mengikis keuangan Anda. Apabila  Anda ingin sehat secara finansial, Anda harus membayar semua hutang Anda secepat mungkin.

6. Tidak cukup persiapan pensiun atau terlambat memulai Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin cepat Anda memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu Anda tabung setiap bulannya.

7. Menggunakan tabungan hari tua Anda sebelum waktunya Ingat, apapun yang terjadi, jangan pernah menggunakan uang pensiun Anda. Kalau tidak, akibatnya akan fatal. Bisa-bisa Anda pensiun tanpa dana sama sekali.

Selalulah waspada pada kesalahan-kesalahan finansial. Jangan sampai kesalahan-kesalahan seperti ini
menghalangi jalan anda menuju kekayaan.

Disarikan dari artikel karya David Ciang
http://www.keuanganpribadi.com

Add comment Agustus 22, 2008

Urat Nadi Pengelolaan Keuangan Pribadi

Urat Nadi Pengelolaan Keuangan Pribadi

Dalam buku “Millionaire Next Door” yang menjadi best seller,
Danko dan Stanley membeberkan fakta-fakta yang mereka temukan
dalam survei terhadap orang-orang kaya. Salah satu fakta yang
menarik disini adalah, bahwa Danko dan Stanley menemukan bahwa
orang-orang kaya menyediakan waktu dua kali lebih banyak daripada
orang biasa untuk melakukan “Budgeting”. Dari fakta ini kita
dapat melihat bahwa sebenarnya “budgeting” itu penting sekali
dalam proses perencanaan keuangan.

Apa sih yang dimaksud dengan “budgeting” itu? “Budgeting” adalah
proses pembuatan anggaran pendapatan dan belanja. Mungkin istilah
anggaran pendapatan dan belanja sudah sering terdengar oleh
Bapak MARTIN. Benar, dalam berita-berita di surat kabar
tentunya kita sering mendengar kata APBN alias Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara. Negara kita saja menggunakan anggaran dalam
perencanaan keuangannya. Kita juga butuh anggaran untuk mengelolah
keuangan kita, dalam hal ini kita sebut saja anggaran pendapatan
dan belanja pribadi/keluarga.

Bagaimana cara membuat anggaran? Pertama-tama, kita definisikan
terlebih dahulu segala jenis pendapatan yang kita miliki. Untuk
kebanyakan orang, sumber pendapatan utamanya adalah gaji. Mungkin
saja masih ada pendapatan lainnya seperti royalti, bunga, pendapatan
sewa, dan lain-lain. Tuliskan saja semua jenis pendapatan Anda,
misalnya:

PENDAPATAN:
Gaji               Rp. 4.000.000,-
Royalti              Rp. 500.000,-
==================================
TOTAL PENDAPATAN   Rp. 4.500.000,-

Nah, selanjutnya Anda perlu mendefinisikan pos-pos pengeluaran
yang besar buat Anda. Pos-pos pengeluaran ini beragam, sangat
bergantung pada individu/keluarga yang bersangkutan. Biasanya
pos-pos pengeluaran mencakup: makanan/kebutuhan harian, pakaian,
pendidikan, kesehatan, rekreasi, transportasi, asuransi, tabungan,
pembayaran kredit, dan lain-lain.

Setelah Anda mendefinisikan pos-pos pengeluaran Anda, selanjutnya
Anda memberi jatah sejumlah uang untuk masing-masing pos. Misalkan
saja Anda ingin menabung sebesar Rp. 400.000,- setiap bulannya,
atau Anda menjatahkan uang sebesar Rp. 500.000,- untuk keperluan
rekreasi. Berikut dibawah ini adalah contoh anggaran belanja:

BELANJA
Makanan/Kebutuhan Harian  Rp. 1.500.000,-
Pakaian                     Rp. 300.000,-
Pendidikan                  Rp. 500.000,-
Kesehatan                   Rp. 300.000,-
Rekreasi                    Rp. 500.000,-
Transportasi                Rp. 300.000,-
Asuransi                    Rp. 250.000,-
Tabungan                    Rp. 450.000,-
Pembayaran Kredit           Rp. 500.000,-
Lain-lain                   Rp. 400.000.-
=========================================
TOTAL BELANJA             Rp. 4.500.000,-

Pembagian jatah untuk masing-masing pos pengeluaran sangatlah
beragam, tergantung dari sudut pandang Anda terhadap pos
pengeluaran tersebut. Mungkin saja Anda menganggap bahwa rekreasi
tidak begitu penting, dan pendidikan jauh lebih penting bagi Anda.
Jadi Anda dapat memotong sebagian uang rekreasi, dan menambahkan
jatah biaya untuk pos pendidikan.

Ingat, bagaimanapun juga komposisi belanja Bapak MARTIN,
total belanja harus LEBIH KECIL daripada total pendapatan. Usahakan
Anda dapat menabung setidaknya 10% dari total pendapatan.

Tentunya anggaran ini hanya dapat berguna bagi Anda apabila Anda
menerapkannya ke dalam kehidupan harian Anda. Oleh karena itu, setiap
harinya Anda perlu melakukan intropeksi setiap kali Anda mengeluarkan
uang. Periksa kembali untuk pos belanja manakah uang tersebut
dikeluarkan, dan apakah jatah belanja untuk pos tersebut masih
mencukupi? Apabila jatah belanja Anda sudah hampir habis, maka Anda
perlu melakukan penghematan pada pos belanja tersebut.

Disarikan dari artikel karya David Ciang
http://www.keuanganpribadi.com

Add comment Agustus 22, 2008

Pola Pikir Orang Kaya

-Pola Pikir Orang Kaya-

Pernah mendengar nama Robin Hood? Tokoh ini
sangat digemari oleh banyak orang karena kisah heroiknya yang
merampok uang dari orang-orang kaya dan kemudian membagi-bagikan
hasilnya secara merata bagi semua orang miskin.

Apabila kita melihat dari sisi radikal, tingginya popularitas
dari Robin Hood ini memperlihatkan bahwa banyak orang yang
merasa bahwa dunia ini tidak adil karena orang-orang yang kaya
bisa memiliki uang begitu banyaknya. Memang fakta menunjukkan
bahwa sebagian besar uang yang beredar ini dikuasai oleh hanya
sebagian kecil dari masyarakat.

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi dunia apabila
Robin Hood berhasil mengumpulkan semua uang yang ada dan
membagikannya secara merata ke semua orang? Sekilas dunia
tampak lebih indah. Tidak ada lagi orang kaya, dan tidak ada
lagi orang miskin. Semua orang hidup dengan kemakmuran yang
sama.

Marshall Sylver, di dalam bukunya yang berjudul Passion Profit
Power, menjelaskan lebih detil mengenai pertanyaan diatas.
Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara
merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan.
Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula.
Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian
besar uang yang ada.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada pola pikir orang
mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada
akhirnya akan kembali miskin, akan berpikir “Enaknya uang ini
digunakan untuk membeli apa ya?”. Kemudian uangnya dihabiskan
untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang.
Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan,
mereka kembali menjadi miskin.

Hal yang berbeda terjadi pada orang kaya. Orang kaya akan berpikir
bagaimana caranya untuk memanfaatkan uangnya agar dapat mendatang-
kan uang lebih banyak lagi. Mereka akan menggunakan uangnya untuk
membuka usaha, ataupun berinvestasi. Akhirnya mereka akan mengumpul-
kan uang jauh lebih banyak dari orang biasa.

Kebanyakan orang tidak bisa menerima kenyataan ini. Orang-orang
yang miskin lebih cenderung untuk menyalahkan lingkungan, orang
lain ataupun nasib. Ini adalah tindakan yang tidak tepat. Tindakan
menyalahkan tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya.

Akan jauh lebih baik bila kita semua bersedia mengevaluasi keadaan
secara objektif. Kita bisa mengamati orang-orang kaya di sekitar
kita, kita bisa pelajari pola pikirnya yang positif, dan kita bisa
menerapkannya dalam kehidupan kita. Kekayaan akan datang dengan
sendirinya.

disarikan dari artikel David Ciang
http://www.keuanganpribadi.com

Add comment Agustus 22, 2008

Batu Rubi Yang Retak

Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.

Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.

“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”

Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.

Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”

“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.

Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan
semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”

Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.

Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”

Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah
membuat raja yang dicintainya berbahagia.

Netter yang luar biasa…. Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.

TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI

Shi Shang Mei You Shi Quan Shi Mei De Ren

Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki
kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!

Sumber: Batu Rubi yang Retak oleh Andrie Wongso

Add comment Agustus 13, 2008

Rahasia Si Untung

Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?

Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.

Siap mulai menjadi si Untung?

===========================
Diambil dari : http://www.motivasi.web.id

Add comment Agustus 13, 2008

Alhamdulillah… akhirnya!

Alhamdulillah…

Biar agak telat dari target, akhirnya jadi juga blog ini. Merasa sulit, itulah yang membuat blog ini tidak kunjung selesai. Pikiran menjadi terblok, merasa tidak bisa. Rasa “tidak bisa” ini menjadi semakin besar karena memang didasari fakta tidak ada tempat bertanya, tidak ada yang ngajarin, tidak ada bukunya (karena kalau mau beli mesti ke toko buku yang jauh dari rumah), tapi semua itu sebenarnya hanyalah “merasa”. Karena setelah bisa lepas dari itu… ternyata bikin blog itu mudah.

Jeng Wita, terima kasih ya sudah membuka blok di otakku. Dua kali YM-an dengan njenengan otakku langsung kebuka dan jadilah 3 karya Facebook, Multiply dan WordPress.  Nggak butuh waktu lama…. cukup 2 hari saja. Great… padahal aku sudah menunggu moment ini selama 6 bulan (terhitung sejak aku bilang ke Hadi Kuntoro “Aku mau belajar bikin blog”).

Alhamdulillah… semoga langkah kecil ini akan menjadi langkah awal dari langkah-langkah besarku di waktu yang akan datang. Amin.

Add comment Juli 11, 2008


Arsip

Blogroll

Komentar Terakhir

Blog Stats

Tulisan Terakhir

Flickr Photos

Nubes de lluvia - Rain clouds - Explore ! (Front Page)

Sligachan II

blueberry frost

More Photos